Postingan terbaru
Hal. 1 dari 85 · 1,019 postingan
Diposting 18 Apr
Gusdurian.Net pinned Deleted message
Diposting 17 Apr
Gusdurian.Net pinned Deleted message
Diposting 19 Mar
Liputan media jaringan gusdurian menolak revisi UU TNI 19 Maret 2025 1. https://www.msn.com/id-id/berita/other/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni/ar-AA1Begwk 2. https://fajar.co.id/2025/03/19/jaringan-gusdurian-tolak-revisi-uu-tni-alissa-wahid-khawatir-hidupkan-kembali-dwifungsi-abri/ 3. https://www.idntimes.com/news/indonesia/dini-suciatiningrum/jaringan-gusdurian-dwifungsi-tni-polri-bentuk-pengkhianatan-reformasi 4. https://kabar24.bisnis.com/read/20250319/15/1862987/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni 5. https://islami.co/jaringan-gusdurian-tolak-keras-revisi-uu-tni-potensi-represi-dan-hidupkan-orba/ 6. https://tubasmedia.com/jaringan-gusdurian-tolak-ruu-tni-berpotensi-hidupkan-dwifungsi-militer/ 7. https://nu.or.id/nasional/gusdurian-tolak-ruu-tni-prajurit-aktif-harus-fokus-pertahanan-bukan-pemerintahan-159jS 8. https://www.jpnn.com/news/tolak-revisi-uu-tni-jaringan-gusdurian-berpotensi-kembalikan-dwifungsi-abri 9. https://www.sonora.id/read/424230884/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni 10. https://bangsaonline.com/berita/144892/revisi-uu-tni-akan-disahkan-dpr-besok-alissa-wahid-tunda-batalkan#google_vignette 11. https://muria.tribunnews.com/2025/03/19/kritik-revisi-uu-tni-alissa-wahid-putri-gus-dur-wujudkan-supermasi-sipil-bukan-supermasi-senjata 12. https://kabarbaik.co/tunda-atau-batalkan-revisi-uu-tni-ini-6-sikap-tegas-jaringan-gusdurian/ 13. https://svr.nu.or.id/nasional/gusdurian-tolak-ruu-tni-prajurit-aktif-harus-fokus-pertahanan-bukan-pemerintahan-159jS 14. https://jejakfakta.com/read/8894/jaringan-gusdurian-tolak-revisi-uu-tni-alissa-wahid-berpotensi-kembali-menghidupkan-dwifungsi-abri 15. https://www.sonora.id/read/424230884/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni 16. https://jurnal9.tv/revisi-uu-tni-akan-disahkan-dpr-besok-alissa-wahid-tunda-batalkan/ 17. https://gusdurian.net/2025/03/19/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni/
Diposting 19 Mar
https://jejakfakta.com/read/8894/jaringan-gusdurian-tolak-revisi-uu-tni-alissa-wahid-berpotensi-kembali-menghidupkan-dwifungsi-abri
Diposting 19 Mar
https://www.sonora.id/read/424230884/jaringan-gusdurian-menolak-revisi-uu-tni
Diposting 19 Mar
https://www.jpnn.com/news/tolak-revisi-uu-tni-jaringan-gusdurian-berpotensi-kembalikan-dwifungsi-abri
Diposting 4 Mar
Apa Kabar Nasib RUU PPRT?*l Oleh: Wartini Sumarno Di tengah ramainya revisi Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 yang masuk prolegnas, terlebih setelah adanya Surat Presiden (Surpres) kepada Ketua DPR, setidaknya ada dua RUU yang juga sangat mendesak dan segera butuh pengesahan, yaitu RUU Perampasan Aset dan RUU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) yang kian tersingkirkan. Dalam tulisan ini, saya akan membahas mengenai RUU PPRT. Sedari dulu, perjuangan perempuan untuk mendapatkan keadilan memang selalu berliku, ibarat menyusun batu bata satu per satu agar menjadi sebuah bangunan (law & policy) yang kokoh. Bahkan hak untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan laki-laki, hak untuk memilih dan dipilih, sampai hak untuk mendapatkan upah yang sama dengan pekerja laki-laki saja butuh waktu yang sangat lama dan sejarah yang panjang. Saat ini para pekerja rumah tangga belum mendapatkan perlindungan hukum yang jelas, itu karena status dan kedudukan mereka sebagai pekerja tidak diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Meski berdasarkan Pasal 1, PRT dapat dikategorikan sebagai pekerja atau buruh karena mereka juga bekerja dan mendapatkan upah. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/04/apa-kabar-nasib-ruu-pprt/
Diposting 4 Mar
Perjalanan Singkat, Obrolan Panjang: Gus Dur di Mata Sopir Ojek Oleh: Nita Andriani Udara subuh di Yogyakarta saat itu cukup segar untuk dihirup. Sambil bersiap-siap, aku pun bergegas memasukkan semua barang ke dalam tas yang tidak begitu besar. Saat semua sudah beres, aku mengendap-endap menuju gerbang Griya GUSDURian, ternyata gerbang masih terkunci. Akhirnya aku pun terpaksa membangunkan mas-mas yang sedang tidur di ruang depan untuk membukakan gerbang. Padahal tujuanku jalan mengendap-endap agar tidak mengganggu orang-orang yang masih terlelap tidur. Tapi ternyata gagal, ya wis lah. Selang beberapa lama, ojek online (ojol) yang kupesan memarkirkan motornya persis di depan gerbang griya. “Mbak Nita, ya?” Betul, Pak,” jawabku. “Silakan pakai helmnya dulu, Mbak!” “Siap, Pak.” Setelah tiga menit perjalanan, bapak ojek bernama Saefullah itu bertanya padaku, “Mbak pecinta Gus Dur, nggeh? “Hehe betul, Pak,” jawabku. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/04/perjalanan-singkat-obrolan-panjang-gus-dur-di-mata-sopir-ojek/
Diposting 3 Mar
Mengapa sebagai Lelaki Saya Membela Perempuan? Oleh: Yunizar Ramadhani Menjadi seorang lelaki di tengah masyarakat berbudaya patriarki memang memberi keuntungan dan kenyamanan tersendiri. Dalam budaya seperti ini menjadi lelaki berarti dianggap memiliki kedudukan dan kemuliaan lebih tinggi dibanding perempuan. Ke padanya diberikan hak-hak yang lebih luas dan keleluasaan dalam menjalankan hak-haknya tersebut. Dengan ini, lelaki menjadi gender yang dominan atas perempuan. Sebagai laki-laki tentu saja saya menikmati privilese itu. Sementara saudari-saudari saya kaum perempuan hingga saat ini hidup di bawah dominasi laki-laki, dan karena itu mereka kerap mengalami diskriminasi. Hak-hak mereka dibatasi, dan sekalipun ada hak yang bisa didapat, kaum perempuan belum cukup leluasa menjalankan hak tersebut. Perempuan bahkan tak jarang mengalami kekerasan, baik fisik maupun mental. Semuanya berpangkal dari pandangan ketidaksetaraan perempuan terhadap laki-laki yang tugasnya tak lain adalah melayani saudara-saudaranya itu. Lalu mengapa sebagai lelaki saya membela perempuan? Dibanding puluhan atau ratusan tahun lalu, memang benar bahwa saat ini diskriminasi terhadap perempuan sudah mulai berkurang. Perempuan masa kini di beberapa negara punya hak pilih dalam pemilu, menempati posisi-posisi penting di bidang-bidang sosial walaupun bukan yang terpenting dan strategis, dan mendapatkan pendidikan yang cukup. Akan tetapi, kultur masyarakat masih menganggap laki-laki lebih unggul dalam hampir semua hal. Segala hal yang maskulin dianggap lebih mulia dan tinggi daripada yang feminin. Oleh karena itu, diskriminasi terhadap perempuan -mulai penstrataan sosial hingga tindak kekerasan- dalam masyarakat dengan budaya patriarki masih saja berlangsung dan cita-cita akan masyarakat yang setara belum sepenuhnya tercapai. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/03/mengapa-sebagai-lelaki-saya-membela-perempuan/
Diposting 3 Mar
Kesulitan Warga Kota Memahami Krisis Iklim Oleh: Agung Hidayat Aziz “Ngapain ambil kuliah tentang perubahan iklim? Toh masih banyak orang yang bakar-bakar sampah juga.” Perkataan itu muncul dari salah seorang teman kepada istri saya ketika mengetahui bahwa ia mengambil pendidikan master di bidang kebijakan perubahan iklim. Bagi kami, perkataan tersebut mencerminkan karakter sebagian masyarakat kelas menengah di ibu kota saat ini. Cenderung apatis dan enggan berbicara lebih jauh soal isu perubahan iklim, apalagi krisis iklim. Bukan berarti mereka menolak realitas isu global ini. Namun kebanyakan menganggapnya sebagai sesuatu yang terlalu canggih untuk masyarakat Indonesia, yang dianggap tidak terlalu memusingkan isu lingkungan hidup. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/03/kesulitan-warga-kota-memahami-krisis-iklim/
Diposting 1 Mar
KUPI Luncurkan Program Ngaji Ramadan, Diisi Puluhan Ulama Perempuan Oleh: Redaksi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) baru saja meluncurkan (launching) program Ngaji KUPI Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025. Acara pembukaan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh puluhan ulama perempuan dan lembaga jejaring KUPI. Pertemuan dipandu langsung oleh penulis dan pegiat isu gender, Kalis Mardiasih. Melalui rangkaian pengajian yang digelar selama satu bulan tersebut, KUPI ingin mengajak semua kalangan agar semakin mengenal ajaran Islam yang ramah, adil, dan maslahat bagi semua umat. Di samping itu, Ngaji KUPI Ramadan juga bertujuan untuk menghidupi bulan Ramadan agar lebih berkah dan bermakna. Sekretaris Majelis Musyawarah KUPI, Masruchah, menyampaikan bahwa ada banyak ulama perempuan yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia yang siap mengambil peran untuk mengisi rangkaian Ngaji KUPI Ramadan. Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/03/01/kupi-luncurkan-program-ngaji-ramadan-diisi-puluhan-ulama-perempuan/
Diposting 28 Feb
Sekolah Harus Aman: GUSDURian Mojokerto Diskusikan Tiga Dosa Besar Pendidikan Oleh: Firda Rodliyah MOJOKERTO – Komunitas GUSDURian Mojokerto mengadakan Forum-17 yang bertempat di GKI Mojosari pada Jumat, 21 Februari 2025,. Tema yang diangkat kali ini adalah “Strategi Efektif dalam Mencegah Tiga Dosa Besar Pendidikan: Perundungan, Kekerasan Seksual, dan Intoleransi”. Topik ini tidak lain bermula dari salah satu video yang mendapatkan pro-kontra di media sosial. Sebuah konten yang menunjukkan betapa pendidikan di Indonesia masih belum baik-baik saja berkenaan dengan perundungan, kekerasan seksual, maupun isu intoleransi. Video ini pun viral dan menguak berbagai perspektif di kolom komentar berkenaan dengan pengalaman pribadi maupun cemooh-cemoohnya. Sebagai bentuk counter, GUSDURian Mojokerto kemudian mengadakan ruang perjumpaan dan mengundang tiga narasumber dari berbagai bidang. Mereka adalah Eka Sandi Nugroho selaku pendeta GKI Mojokerto sekaligus content creator dari salah satu video yang telah dijelaskan di atas. Narasumber yang kedua adalah Herlina Christi Nugraheni, Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Puri, dan terakhir yakni Risya Rifqotus Sa’diyah, seorang penyuluh agama Islam Kota Mojokerto Selengkapnya di https://gusdurian.net/2025/02/28/sekolah-harus-aman-gusdurian-mojokerto-diskusikan-tiga-dosa-besar-pendidikan/