TGTGInsightkecerdasan telegramLIVE / telegram public index
← Telegram Info Indonesia
Telegram Info Indonesia avatar

TGINSIGHT POST

Post #1047

@tginfoid

Telegram Info Indonesia

Tampilan757Jumlah tampilan
Diposting14 Nov14/11/2025, 06.49
Isi postingan

Isi

Telegram Menggugat Australia atas Undang-Undang Verifikasi Usia Telegram telah mengajukan gugatan di Pengadilan Federal Australia terhadap regulator lokal, eSafety. Messenger ini menantang legalitas "Online Safety Act 2021" dan denda besar yang dikenakan padanya. Sebagai pengingat, pada Februari 2025, regulator Australia mendenda Telegram lebih dari $600.000 karena menunda pemberian informasi tentang langkah-langkahnya untuk memerangi terorisme dan materi terkait eksploitasi anak. Argumen Telegram di pengadilan: • Perusahaan berargumen bahwa menurut hukum Australia, Telegram tidak didefinisikan sebagai "penyedia layanan media sosial" dan oleh karena itu tidak tunduk pada tuntutan regulator. • Telegram menyatakan bahwa mereka tidak pernah menerima pemberitahuan awal untuk denda tersebut, mengklaim bahwa pemberitahuan itu dikirim ke alamat yang salah. • Perusahaan menegaskan bahwa setelah mengetahui permintaan tersebut, mereka secara sukarela memberikan informasi yang diminta. Tim @tginfo sebelumnya menganalisis rincian tanggapan tersebut. Konteks perselisihan: Gugatan ini muncul saat Australia bersiap memperkenalkan beberapa aturan verifikasi usia paling ketat di dunia, yang akan berlaku mulai 10 Desember 2025. • Aturan baru akan mengharuskan platform teknologi (termasuk Reddit, Facebook, dan TikTok) untuk mencegah pengguna di bawah 16 tahun mengakses layanan mereka. • Denda untuk ketidakpatuhan dapat mencapai A$50 juta (~$33 juta USD). • Para advokat privasi khawatir bahwa untuk mematuhi persyaratan ini, perusahaan harus mengumpulkan data biometrik sensitif atau dokumen identitas, yang dapat membahayakan privasi semua pengguna. Langkah verifikasi usia serupa sedang diperkenalkan di negara lain. Misalnya, awal tahun ini, Telegram meluncurkan verifikasi usia wajah untuk pengguna di Inggris karena undang-undang "keamanan online" lokal yang baru. Langkah ini mencolok di tengah berbagai pembatasan yang dihadapi Telegram tahun ini. Berbeda dengan situasi di Vietnam, Nepal, Rusia, atau Inggris, di mana messenger ini sebagian besar bersikap pasif, perusahaan kini mengambil sikap hukum aktif dengan menantang tindakan regulator di pengadilan. #Australia#pengadilan#denda