Isi
Permintaan Malaysia ke Telegram tetap tidak dijawab Menteri Komunikasi dan Teknologi Digital Malaysia, Fahmi Fadzil, telah menyatakan bahwa Telegram "menolak untuk bekerja sama" dengan kementerian, meskipun banyak permintaan untuk pertemuan sejak Januari tahun ini. Fahmi Fadzil menegaskan, pihaknya telah menerima banyak pengaduan terkait penyalahgunaan aplikasi messenger, seperti penipuan, pornografi, dan penjualan obat-obatan terlarang. Tercatat bahwa sebagian besar platform dan jejaring sosial lain, termasuk TikTok, Facebook, dan Twitter, sudah bekerja sama dengan kementerian. Fadzil mengatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Teknologi Digital Malaysia, bersama dengan lembaga seperti MCMC dan Badan Keamanan Siber Nasional (National Cybersecurity Agency) atau (NACSA), terus memantau dan mempelajari perkembangan di bidang keamanan siber, termasuk di jejaring sosial. “Sebenarnya Telegram yang paling memprihatinkan,” pungkas Fahmi Fadzil. #Malaysia