Isi
Denda dari Regulator eSafety Australia Menurut The Guardian, Telegram terlambat memberikan informasi tentang langkah-langkah yang mereka lakukan untuk mengatasi terorisme serta materi yang berkaitan dengan ekstremisme dan eksploitasi anak, sampai 160 hari. Beberapa perusahaan, termasuk Telegram, sudah diberi surat peringatan pada tanggal 18 Maret tahun lalu untuk memberikan informasi itu sebelum tanggal 6 Mei tahun lalu, tetapi Telegram baru menyerahkan datanya pada tanggal 13 Oktober tahun lalu. Pihak regulator internet Australia sudah menetapkan denda untuk keterlambatan ini sebesar 957.780 dolar Australia, atau lebih dari 600.000 dolar Amerika. Sekarang platform ini punya waktu 28 hari untuk memilih: mengajukan banding atas denda, membayarnya, atau meminta tambahan waktu untuk membayar. Dikatakan bahwa Telegram berniat mengajukan banding atas denda ini, karena mereka merasa denda itu “tidak adil dan terlalu besar”. #Australia#denda