TGTGInsighttelegram intelligenceLIVE / telegram public index
← Khazanah GNH
Khazanah GNH avatar

TGINSIGHT POST

Post #531

@GusNadir

Khazanah GNH

Tontonan5,490Bilangan tontonan siaran
Diterbitkan16 Apr16/04/2023, 02:28 PG
Kandungan

Kandungan siaran

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin 'Umar berkata, telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri dari 'Abdullah bin Ka'b bin Malik dari Ka'b, bahwa ia pernah menagih hutang kepada Ibn Abu Hadrad di dalam Masjid hingga suara keduanya meninggi yang akhirnya didengar oleh Rasulullah SAW yang berada di rumah. Beliau kemudian keluar menemui keduanya sambil menyingkap kain gorden kamarnya, beliau bersabda: "Wahai Ka'b!" Ka'b bin Malik menjawab: "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Beliau bersabda: "Bebaskanlah hutangmu ini." Beliau lalu memberi isyarat untuk membebaskan setengahnya. Ka'b bin Malik menjawab, "Sudah aku lakukan wahai Rasulullah." Beliau lalu bersabda (kepada Ibnu Abu Hadrad): "Sekarang bayarlah." Jadi ributnya ternyata soal hutang-piutang. Bagaimana komentar Ibn Hajar terhadap kejadian ini? Ibn Hajar mengutip ulama besar lainnya, Qadhi ‘Iyad, yang mengatakan bahwa Hadits tentang pertengkaran kedua sahabat yang menyebabkan Nabi urung menceritakan kepastian waktu lailatul qadar merupakan dalil bahwa pertengkaran itu sesuatu yang tercela, yang menjadi sebab datangnya hukuman moral, yaitu terhalangnya keberkahan dan kebaikan serta mengundang hadirnya Syetan bersama pertengkaran itu. Ibn Hajar juga mengomentari bahwa Masjid itu tempatnya berzikir, bukan bersenda gerau, apalagi bertengkar. Dan pertengkaran itu terjadi pula di waktu yang sangat khusus yaitu bulan suci Ramadhan. Kita tahu bahwa rumah Nabi bersebelahan dengan Masjid, makanya Nabi mendengar suara keras kedua sahabat yang tengah cek-cok itu. Kata Ibn Hajar ini melanggar ketentuan Allah dalam al-Quran untuk merendahkan suara di depan Nabi Muhammad (QS al-Hujurat:2). Hikmahnya tentu kita sekarang jadi ramai beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dan tidak hanya fokus di satu malam tertentu saja seandainya Rasul jadi memberi kita ‘bocoran’. Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang melibatkan Nabi dan para sahabat beliau. Pelajaran lainnya adalah bertengkar itu jelek, apalagi di dalam Masjid. Jangan urusan hutang-piutang dibicarakan di Masjid, nanti bikin ramai, apalagi membahas hal sensitif lainnya seperti soal politik dukung-mendukung kandidat atau parpol misalnya. Kita jaga kerukunan bersama agar keberkahan dan kebaikan tetap menyelimuti kita semua. Amin Ya Allah Tabik, Nadirsyah Hosen