TGTGInsighttelegram intelligenceLIVE / telegram public index
← Python Заметки

TGINSIGHT SIMILAR POSTS

Најди сличен содржај

Изворен канал @pythonotes · Post #175 · 30 окт.

В прошлом посте говоря "Все вызовы теперь одинаковы" я несколько слукавил. Всё-таки есть в этом зоопарке версий некоторая несовместимость вызов которой просто так не унифицировать. Эти моменты вынесены в отдельный модуль QtCompat (compatibility). Там не так много функций но они довольно полезны. Этот модуль содержит унификаци модуля shiboken2, функций loadUi, translate и несколько переименованных функций классов или изменённую сигнатуру аргументов и возвращаемых значений. Это единственное исключение из правила когда вам потребуется где-то изменить свой код кроме импортов и этот код не похож на обычный код PySide2. Например, в PyQt4 и PySide есть метод QHeaderView.setResizeMode Для PyQt5 и PySide2 они были благополучно переименованы в QHeaderView.setSectionResizeMode Чтобы применить этот метод следует использовать такой код from Qt import QtCompath header = self.horizontalHeader() QtCompat.QHeaderView.setSectionResizeMode(header, QtWidgets.QHeaderView.Fixed) Унификация загрузки UI файлов: # PySide2 from PySide2.QtUiTools import QUiLoader loader = QUiLoader() widget = loader.load(ui_file) # PyQt5 from PyQt5 import uic widget = uic.loadUi(ui_file) # Qt.py from Qt import QtCompat widget = QtCompat.loadUi(ui_file) Хорошо что таких моментов не много и их легко запомнить. Полный список можно посмотреть в таблице. #qt#tricks

Hashtags

Резултати

Пронајдени 1 слични објави

Пребарај: #personalizedmedicine

当前筛选 #personalizedmedicine清除筛选
Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #2714 · 26.10.2018 г., 16:35

"PERSONALIZED MEDICINES: One Dose Does Not Fit All" • https://www.instagram.com/p/BpZy_-Ignyk/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=113nv1o8rslyd • Salah satu tantangan dalam pengobatan saat ini adalah bervariasinya respon terapi antar pasien dengan penyakit dan obat yang sama. Beberapa pasien bisa sembuh tanpa efek samping obat (ESO), beberapa bisa sembuh tapi mengalami ESO, tetapi ada juga yang tidak sembuh dan mengalami ESO. • Tidak mudah memprediksi respon terapi seseorang. Banyak faktor klinis dan nonklinis yang harus dipertimbangkan. Akibatnya, dokter harus mencoba beberapa jenis obat lebih dulu (tunggal/kombinasi) atau beberapa variasi dosis obat hingga menemukan dosis optimal obat. • Sejak 2013, perkembangan ilmu farmakogenetik/farmakogenomik sangat pesat. Biaya pengujian genetik juga semakin terjangkau. Hal ini berimplikasi pada disrupsi model terapi di bidang farmasi dan kedokteran, yang saat ini menuntut diagnosis dan pengobatan penyakit yang lebih presisi dengan mempertimbangkan profil genetik dari pasien. Metode pengobatan yang ikut mempertimbangkan variasi genetik dari pasien ini disebut ‘personalized medicine’. • Apa peran Apoteker dalam pengobatan berbasis genetik? Apa itu ‘genomic medicine’? Kompetensi apa yang harus dimiliki apoteker di bidang ‘personalized medicine’? Bagaimana perubahan kode genetik mempengaruhi respon tubuh seseorang terhadap obat? Sejauh mana aplikasi ‘personalized medicine’ di bidang pengobatan? • Mari simak dan ikuti diskusi di Grup Telegram "DISGRAM Apoteker Indonesia": "Personalized Medicines: One Dose Does Not Fit All" Sabtu, 27 Oktober 2018 Pukul 19:00 - 22.00 WIB Narasumber: Muh. Akbar Bahar, Apt, M.Pharm, Sc @kbarbahar (Dosen Fak. Farmasi Univ. Hasanuddin, Makassar) Moderator: Hamdayani Damanik, Apt @hamdadaM Manager: Budiyanto, Apt @budz99 • Tempat: Grup Telegram "DISGRAM Apoteker Indonesia" Untuk bergabung silakan kontak Manager atau klik link sbb: bit.ly/daftartelegramAPIN2 • Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), Kemenkes RI Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat Twitter & IG: @gemacermat Telegram: @cerdasgunakanobat, @diskusiobat #disgram#apotekerindonesia #gemacermat#cerdasgunakanobat#personalizedmedicine#farmakogenomik