Как работает функция reload()?
Эта функция нужна для того, чтобы перезагрузить изменившийся код из py-файла без рестарта интерпретатора.
Дело в том, что любой импортированный модуль при повторном импорте не будет перечитывать файл. Функция импорта вернёт уже загруженный в память объект модуля. Чтобы обновить код, нужно либо перезапустить всю программу, либо использовать функцию reload()
from importlib import reload
reload(my_module)
🔸 Функция reload() принимает в качестве аргумента только объект модуля или пакета. Она не может перезагрузить класс или функцию. Только весь файл целиком!
🔸 Перезагрузка пакета перезагрузит только его файл __init__.py, если он есть. Но не вложенные модули.
🔸Она не может перезагрузить ранее не импортированный модуль.
🔸При вызове функция reload() перечитывает и перекомпилирует код в файле, создавая новые объекты. После создания новых объектов перезаписывается ранее созданный неймспейс этого модуля.
Это значит, что если где-то этот модуль импортирован через import и обращение к атрибутам происходит через неймспейс (имя) модуля, то такие атрибуты обновятся.
Если какие-либо объекты из этого модуля импортированы через from то они будут ссылаться на старые объекты.
Напишем простой модуль
# mymodule.py
x = 1
Теперь импортируем модуль и отдельно переменную х из модуля
>>> import mymodule
>>> from mymodule import x
>>> print(mymodule.x)
1
>>> print(x)
1
Не перезапуская интерпретатор вносим изменения в модуль
# mymodule.py
x = 2
Делаем перезагрузку модуля и проверяем х ещё раз
>>> reload(mymodule)
>>> print(mymodule.x)
2
>>> print(x)
1
То же самое будет если присвоить любой объект переменной (даже словарь или список)
Повторный импорт обновляет значение
>>> from mymodule import x
>>> print(x)
2
🔸Созданные инстансы классов не обновятся после перезагрузки модуля. Их придётся пересоздать.
#tricks#basic
[World Antibiotic Awareness Week]
.
https://www.instagram.com/p/B5ArC29pm93/?igshid=eo3jxo0hbaik
.
https://www.facebook.com/864416113651534/posts/2527773320649130/?substory_index=0
.
Sejak tahun 2015, pada bulan November setiap tahun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaksanakan kegiatan World Antibiotic Awareness Week (WAAW) atau Pekan Kesadaran Antibiotik se-Dunia untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang resistensi antimikroba dan penggunaan antibiotik secara bijak.
Tahun ini WAAW diadakan pada tanggal 18 - 24 November 2019.
.
Di Indonesia, semua pihak berupaya untuk turut berperan aktif dlm pengendalian dan pencegahan resistensi antibiotik. Tim Pelaksana Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersamaan dg peringatan HUT RSCM-FKUI yg ke-100 tahun, memperingati WAAW 2019 dengan berbagai kegiatan. Salah satunya yaitu *Siaran Radio dengan topik "Gunakan Antibiotik dengan Bijak"*
.
Siaran ini dapat disimak di *RRI Pro 1 FM 91,2 Mhz, pada hari Selasa, 19 November 2019 pukul 11.20 - 11.55 WIB*.
Narasumber:
dr. Robert Sinto, Sp.PD-KPTI, anggota Tim Pelaksana PPRA RSCM.
.
Jadi, catat waktunya, stay tuned dan jangan ketinggalan ya!
Jangan lupa juga untuk dibagikan sebanyak-banyaknya agar lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Yuukk gunakan antibiotik dengan bijak, cegah kekebalan bakteri, dan selamatkan antibiotik untuk anak-cucu kita.
.
#worldantibioticawarenesweek2019
#WAAW2019
#antimicrobialresistance
#AMR
#bijakantibiotik
#bijakcerdasantibiotik
#saveantibiotic
#apotekerindonesia
#apotekermuda
#tenagakesehatan
#bidanindonesia#bidancantik#perawat#perawatindonesia#dokter#dokterindonesia
#gemacermat
#cerdasgunakanobat
Kenapa kita perlu pakai Masker untuk mencegah Covid-19?
Belajar dari pengalaman Republik Chekoslowakia
(BAGIAN-1)
.
https://www.instagram.com/p/B_ax4geJ8E4/?igshid=9jr3qmeh747h
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=120291336305496&id=103148744686422
.
(BAGIAN 2)
.
https://www.instagram.com/p/B_ayO71JgRR/?igshid=18ub1miqmrh6k
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=120292792972017&id=103148744686422
.
Waktu awal terjadinya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), masyarakat yang sehat dilarang meggunakan Masker. Hanya tenaga kesehatan dan orang yang sakit diperbolehkan menggunakan masker.
.
Itu karena masker menjadi langka di pasaran dan langka, karena hampir semua orang "menyerbu" untuk mencari Masker, padahal saat itu dinyatakan tidak perlu jika kondisi sehat.
.
Namun kemudian diketahui bahwa ternyata orang yang tertular virus SARS-COV2 tidak selalu menunjukkan gejala. Karena ternyata, ada orang sakit Covid-19 pada awalnya terlihat sehat, disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). .
Itu sebabnya kemudian semua orang diminta menggunakan masker, karena jika seseorang ternyata mengidap Covid-19, dapat mencegah air liurnya menular pada orang lain jika Ia menggunakan masker.
.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Mari kita saksikan video yang dibuat oleh Republik Chekoslowakia ini, yang telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan.
Terdiri dari 4 (empat).bagian video, saksikan semuanya di akun ini ya, sooob...
Jangan lupa dibagikan pada keluarga, Saudara, Sahabat dan teman-temanmu semua.
Bersama kita bisa melawan Covid-19!! 💪✊👊👊
.
IG @infokom.farmasi
Twitter @infokom.farmasi
FB 'Informasi Kefarmasian dan Kesehatan'
Email: [email protected] .
#maskeruntuksemua#maskforall#covid19#lawancovid19#coronavirus#gejalacovid19#apotekerpedulicovid19#apotekerbersamamasyarakatmelawancovid19#apotekertetappraktik
#inpharcom#bukukesehatan#bukufarmasi#ppiai#pafi#tenagafarmasi#tenagatekniskefarmasian#apoteker#apotekerindonesia#apotekermuda#apotekermudaindonesia#dokterindonesia#dokter#perawat#perawatindonesia#perawathebat#gemacermat#cerdasgunakanobat