Возможно, стоит пояснить разницу между синхронизацией из thread/process-safe и синхронизацией с помощью Lock🤔
Наша задача — заставить разные процессы и потоки обращаться к базе данных (или любым другим ресурсам) последовательно. Чтобы не случилось так называемого race condition, то есть состояние гонки. Это когда разные потоки или процессы пытаются одновременно что-то сделать с одним и тем же ресурсом.
В этом случае нам нужна какая-то логика ограничения. Пока один процесс не завершил своё действие, другие не могут получить доступ к ресурсу.
Так вот, thread-safe и process-safe означает что отдельно взятые операции записи в БД гарантированно будут последовательны. Запросы из разных процессов или потоков выстроятся в очередь и не будут мешать друг другу. Лучше всего когда этот блок реализован на уровне БД в виде атомарных операций или ещё как-то.
Но зачем нам тогда еще дополнительный Lock?
Этот способ синхронизации используется когда процесс никак не укладывается в одно действие и должен сделать множество операций прежде чем дать доступ следующему. В этом случае процесс ставит некий глобальный Lock на ресурс и никто другой, даже получив законное право на доступ, не может ничего сделать. Все ждут пока этот Lock не будет снят.
Это решается на уровне приложения и правильность реализации полностью в вашей ответственности. Например, если забыли разблокировать или сделали перекрёстный Lock (Deadlock как на картинке), то всё зависнет в бесконечном ожидании.
#basic
[PELAYANAN KEFARMASIAN SESUAI STANDAR]
•
https://www.instagram.com/p/B7f-612pnCH/?igshid=dh308965pnsb
•
https://www.facebook.com/cerdasgunakanobat/photos/a.888830871210058/2661711690588625/?type=3
•
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian agar sesuai standar yang telah ditetapkan, pada tahun 2019 Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Farmalkes,
Kementerian Kesehatan RI telah menyelesaikan 7 (tujuh) buku Pedoman dan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian.
Buku-buku tersebut dimaksudkan sebagai acuan bagi tenaga kefarmasian dalam melaksanakan pelayanan terbaik bagi pasien, yang akan meningkatkan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
•
Adapun pedoman dan petunjuk teknis tersebut yaitu:
1. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
.
2. Kurikulum Pelatihan Pelayanan Kefarmasian bagi Tenaga Kefarmasian di Puskesmas
.
3.Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek
.
4. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
.
5. Pedoman Penyusunan Rancangan Kebutuhan Obat dan Pengendalian Persediaan Obat di Rumah Sakit
.
6. Pedoman Pelayanan Kefarmasian pada Hipertensi
.
7. Pedoman Pelayanan Kefarmasian pada Diabetes Mellitus
.
Soft file dari buku-buku tersebut dapat diunduh dari website Ditjen Farmalkes melalui tautan:
https://farmalkes.kemkes.go.id/2020/01/
.
Atau melalui googledrive dengan tautan:
http://bit.ly/buku-yanfar-2019
.
Silahkan dimanfaatkan oleh sejawat tenaga kefarmasian dalam melaksanakan praktik pelayanan kefarmasian maupun dalam pendidikan kefarmasian. Mohon dibagikan sebanyak-banyaknya.
.
Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Farmalkes, Kemenkes RI
IG/Twitter: @gemacermat
Facebook: Cerdas Gunakan Obat
Telegram: @cerdasgunakanobat@diskusiobat
.
#dityanfar#kemenkesri#pelayanankefarmasian#bukufarmasi#pedomanpelayanankefarmasian#pedomanfarmasi#apoteker#tenagatekniskefarmasian#tenagafarmasi#apotekerindonesia#apotekermuda#apotekermudaindonesia
[SURVEY PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN KEFARMASIAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN]
•
https://www.instagram.com/p/B7gESPSp2pl/?igshid=1msceceydgv7n
•
https://fbwat.ch/1yrIJGuG6m5gj4si
•
MOHON DISHARE
•
Yang terhormat,
Bapak/Ibu/Sejawat:
- Kasi Farmasi Dinas Kesehatan Propinsi
- Kasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
- Pengurus Pusat/Daerah/Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)
- Pengurus Pusat/Daerah/Cabang Persatuan Ahli Farmasi (PAFI)
- Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang berpraktik di Apotek, Klinik, RS, Puskesmas dan Toko Obat.
di
Tempat
•
Dalam rangka pemetaan terhadap fasilitas pelayanan kefarmasian yang telah menggunakan sistem informasi, Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mengadakan survey cepat melalui tautan googleform berikut ini:
bit.ly/sistem-informasi-yanfar
•
Mohon bantuan dan kerjasama Bapak/Ibu untuk mengisinya dan meneruskan tools survey ini kepada sejawat apoteker dan tenaga teknis kefarmasian yang berpraktek di Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Klinik, dan Toko Obat.
•
Batas waktu pengisian form survey, hari Senin, 20 Januari 2020, pukul 12.00 WIB
•
Konfirmasi dan informasi dapat menghubungi Sri Suratini, S.Si, Apt, M.Farm.(Kasi Klinikal Farmasi), di 08567806939
•
Demikian kami sampaikan, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
•
Jakarta, 17 Januari 2020
Direktorat Pelayanan Kefarmasian
Ditjen Farmalkes, Kemenkes RI
•
#gemacermat#cerdasgunakanobat Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Farmalkes, Kemenkes RI
IG/Twitter: @gemacermat
Facebook: Cerdas Gunakan Obat
Telegram: @cerdasgunakanobat@diskusiobat
.
#dityanfar#kemenkesri#pelayanankefarmasian#bukufarmasi#pedomanpelayanankefarmasian#pedomanfarmasi#apoteker#tenagatekniskefarmasian#tenagafarmasi#apotekerindonesia#apotekermuda#apotekermudaindonesia
Kenapa kita perlu pakai Masker untuk mencegah Covid-19?
Belajar dari pengalaman Republik Chekoslowakia
(BAGIAN-1)
.
https://www.instagram.com/p/B_ax4geJ8E4/?igshid=9jr3qmeh747h
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=120291336305496&id=103148744686422
.
(BAGIAN 2)
.
https://www.instagram.com/p/B_ayO71JgRR/?igshid=18ub1miqmrh6k
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=120292792972017&id=103148744686422
.
Waktu awal terjadinya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), masyarakat yang sehat dilarang meggunakan Masker. Hanya tenaga kesehatan dan orang yang sakit diperbolehkan menggunakan masker.
.
Itu karena masker menjadi langka di pasaran dan langka, karena hampir semua orang "menyerbu" untuk mencari Masker, padahal saat itu dinyatakan tidak perlu jika kondisi sehat.
.
Namun kemudian diketahui bahwa ternyata orang yang tertular virus SARS-COV2 tidak selalu menunjukkan gejala. Karena ternyata, ada orang sakit Covid-19 pada awalnya terlihat sehat, disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). .
Itu sebabnya kemudian semua orang diminta menggunakan masker, karena jika seseorang ternyata mengidap Covid-19, dapat mencegah air liurnya menular pada orang lain jika Ia menggunakan masker.
.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Mari kita saksikan video yang dibuat oleh Republik Chekoslowakia ini, yang telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan.
Terdiri dari 4 (empat).bagian video, saksikan semuanya di akun ini ya, sooob...
Jangan lupa dibagikan pada keluarga, Saudara, Sahabat dan teman-temanmu semua.
Bersama kita bisa melawan Covid-19!! 💪✊👊👊
.
IG @infokom.farmasi
Twitter @infokom.farmasi
FB 'Informasi Kefarmasian dan Kesehatan'
Email: [email protected] .
#maskeruntuksemua#maskforall#covid19#lawancovid19#coronavirus#gejalacovid19#apotekerpedulicovid19#apotekerbersamamasyarakatmelawancovid19#apotekertetappraktik
#inpharcom#bukukesehatan#bukufarmasi#ppiai#pafi#tenagafarmasi#tenagatekniskefarmasian#apoteker#apotekerindonesia#apotekermuda#apotekermudaindonesia#dokterindonesia#dokter#perawat#perawatindonesia#perawathebat#gemacermat#cerdasgunakanobat