#HariPerdamaianInternasional
Teladan Gus Dur di Kolese Kanisius
Oleh: Ageng Yudhapratama
Pengalaman ini terjadi pada penghujung tahun 2018. Saya bersama beberapa teman GUSDURian Jakarta dan GUSDURian Jogja diajak terlibat dalam kepanitiaan acara Temu Kolese. Acara yang biasa disingkat sebagai Tekol ini adalah ajang perjumpaan antar kolese se-Indonesia yang digelar setiap empat tahun sekali. Kolese merupakan istilah umum untuk menyebut sekolah-sekolah Katolik binaan para pastor Yesuit (SJ).
Catatan: Redaksi GUSDURian.net mempersembahkan lima esai terbaik dengan tema “Damai Itu Indah” untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional yang jatuh pada tanggal 21 September 2020. Lima esai terbaik edisi khusus Hari Perdamaian ini mengulas seputar pengalaman personal lintas iman dan pemikiran tokoh yang mendorong hubungan lintas agama secara positif.
Selengkapnya di https://gusdurian.net/teladan-gus-dur-di-kolese-kanisius/
#HariPerdamaianInternasional
Perjalanan Merengkuh Sang Liyan: Kisah Seorang Muslim Belajar Teologi di Kampus Kristen
Oleh: Ahmad Shalahuddin Mansur
Saya teringat apa yang pernah dikatakan oleh Sri Krishna –“kamu adalah aku dalam tubuh yang lain”. Selama ini, apa yang saya prasangkakan ke orang lain—dalam hal ini adalah keyakinan yang berbeda dari yang saya anut ternyata tidak sekadar melukai orang lain itu, namun juga melukai diri saya sendiri.
Catatan: Redaksi GUSDURian.net mempersembahkan lima esai terbaik dengan tema “Damai Itu Indah” untuk memperingati Hari Perdamaian Internasional yang jatuh pada tanggal 21 September 2020. Lima esai terbaik edisi khusus Hari Perdamaian ini mengulas seputar pengalaman personal lintas iman dan pemikiran tokoh yang mendorong hubungan lintas agama secara positif.
Selengkapnya di https://gusdurian.net/perjalanan-merengkuh-sang-liyan-kisah-seorang-muslim-belajar-teologi-di-kampus-kristen/
#HariPerdamaianInternasional
Keberagaman di Bumi Gayatri: Sebuah Perjumpaan dengan Penghayat Kepercayaan di Tulungagung
Oleh: Rizka Hidayatul Umami
Kedatangan saya bersama dua teman adalah untuk bertemu dengan seseorang. Laki-laki berusia sekitar lima puluh tahun, yang kemudian kami panggil Bapak Sukriston, penganut aliran kepercayaan Sumarah. Dengan logat yang santai dan mengayomi, ia bercerita kepada kami tentang kaum penghayat kepercayaan yang ada di Jawa Timur, utamanya di Tulungagung.
Catatan: Redaksi GUSDURian.net mempersembahkan lima esai terbaik dengan tema “Damai Itu Indah” untuk memperingati hari Hari Perdamaian Internasional yang jatuh pada tanggal 21 September 2020. Lima esai terbaik edisi khusus Hari Perdamaian ini mengulas seputar pengalaman personal lintas iman dan pemikiran tokoh yang mendorong hubungan lintas agama secara positif.
Selengkapnya di https://gusdurian.net/keberagaman-di-bumi-gayatri-sebuah-perjumpaan-dengan-penghayat-kepercayaan-di-tulungagung/
Selamat hari perdamaian internasional.
Mari wujudkan perdamaian agar bumi menjadi tempat yang indah karena keberagaman.
Perdamaian yang diwujudkan tanpa adanya diskriminasi. Setara untuk semua.
"Perdamaian tanpa keadilan merupakan ilusi"
- KH. Abdurrahman Wahid
#KataGusdur
#hariperdamaianinternasional