@gusduriannet · Post #1554 · 14.05.2019 г., 03:59
"Ketika pasukan penindasan datang untuk mempertahankan kekuasaan mereka melawan hukum yang ditetapkan, perdamaian dianggap sudah rusak" #_Che Guevara 3 Mei 2019 Ratusan Satpol PP kota Semarang bersama Camat Semarang Utara, Pemkot Semarang dan BBWS Pemali juana berusaha melakukan penggusuran terhadap warga Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Upaya penggusuran tersebut merupakan upaya melawan hukum dan melanggar Perjanjian Mediasi antara Warga Tambakrejo dengan Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana yang juga disaksikan oleh Komisi Hak Asasi Manusia ( Komnas Ham) yang berisi kesepakatan diantaranya warga tambakrejo tidak akan dipindahkan sebelum lahan tempat tinggal sementara selesai di bangun dan diratakan. Dan rencana penggusuran pada hari itupun gagal dan Satpol-PP pulang ke rumahnya masing-masing. Kamis 9 Mei 2019, Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS Pemali Juana) datang membunuh demokrasi di Tambakrejo. Pemkot Semarang serta BBWS Pemali Juana melakukan upaya pemindahan warga dari tempat tinggalnya yang sudah dibangun oleh keringatnya. Perlu diketahui, tindakan yang dilakukan Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana sangat tidak menghormati kesepakatan yang sebelumnya sudah dibuat oleh Pemkot Semarang, BBWS dengan warga Tambakrejo yang dimediasi oleh Komnas HAM (13 Desember 2018). Ketidakpatuhan pemerintah akan kesepakatan yang ditanda tanganinya sendiri tidak hanya akan berdampak bagi warga saja akan tetapi juga dapat menambahkan trauma di kalangan anak-anak. Lebih dari 50 anak-anak Tambakrejo juga merupakan masa depan bangsa kita yang masa kanak-kanaknya akan diganggu oleh deru mesin pengeruk tanah. Dan pada saat itu pula para alat berat dan rombongan Satpol-PP yang berjumlah -+300 an personil lengkap dengan tameng dan pentungannya mulai memasuki wilayah Tambakrejo dan pada saat itu pula kedatangan Satpol-PP dihadang oleh warga dan mahasiswa yang hanya berjumlah tidak ada 50an, dan pada saat itu pula suasana tambah memanas karena Satpol-PP mendesak memasuki Tambakrejo dan yang sangat disayangkan adalah Satpol-PP bertindak sangat represif terhadap warga dan mahasiswa yang mencoba menghalanginya, banyak warga dan mahasiswa yang terkena pukulan dari tindakan represif Satpol-PP diantara salah satu korbannya adalah sahabat Andre mahasiswa Universitas Wahid Hasyim sekaligus aktivis PMII yang terkena pukulan dibagian kepalanya, selain sahabat Andre masih banyak lagi yang terkena ulah dari keganasan para Satpol-PP yang tidak bisa disebutkan satu persatu namanya. .. RUTINAN NGAJI GUSDUR . DISKUSI EKLUSIF . Dengan tema : "penggusuran dan tindakan represif yang dilakukan satpolpp terhadap warga Tambakrejo dan mahasiswa" . . Bersama : Sahabat Andre (Aktivis PMII dan penggerak gusdurian Unwahas) . Waktu dan Tempat Pelaksanaan: . 📆 Kamis, 16 Mei 2019 🕣 20.10 - Selesai 🏢 Markas Gusdurian Unwahas (Depan Lab Ekonomi) . PJ : Sahabat Irhas (Devisi Media & Pers) . @gusdurian_unwahas . . #ngajigusdur #salamkemanusiaan #salamsolidaritas #gusdurianunwahas #jaringangusdurian