TGTGInsighttelegram intelligenceLIVE / telegram public index
← Python Заметки

TGINSIGHT SIMILAR POSTS

Најди сличен содржај

Изворен канал @pythonotes · Post #421 · 23 мар.

Мы используем Makefile думая, что нет альтернатив, что это стандарт и всё такое. Но make это не запускалка команд, а система сборки. Мы фактически используем его не по назначению. И на самом деле альтернатива есть! Некоторое время назад я открыл для себя прекрасный инструмент - just. Он решает все проблемы make. just - это не система сборки как make, это именно исполнитель команд! Больше никаких Phony Targets и табуляций, привет нормальный синтаксис и передача аргументов!!! 😎 ⭐️Что умеет just: ✅ Автодокументирование команд Не нужно делать отдельную команду с докой, просто добавь комментарий # команда сборки build: ... $ just --list Available recipes: build # команда сборки Команда с именем default запускается по умолчанию если не указано другое, так что я обычно делаю так: default: just --list Теперь просто выполняем just и получаем доку из текущего файла. ✅ Удобная работа с переменными окружения # загрузить из .env set dotenv-load # глобальная переменная export PYTHONPATH := "./src" # переменная для команды test $TESTUNG="true": pytest ✅ Передача аргументов build target: @echo 'Build {{target}}...' команда запуска $ just build dev # Build dev... ✅ Выбор интерпретатора прямо в команде Пример с инлайн-скриптом на python: system: #!/usr/bin/env python3 import platform print(platform.system()) Эта же функция позволит выполнить скрипт как одну команду вместо перезапуска шела для каждой строки foo: #!/usr/bin/env sh for file in ls .; do echo $file done ✅ Выполнение команды в определенной директории. Можно указать как релятивный путь так и абсолютный [working-directory: 'backend'] build: docker compose build Также можно задать рабочую директорию глобально Там еще много интересного: - поддержка функций - автокомплиты и интеграции - экспрешены - алиасы команд - группировка команд - альтернативы команды под разные ОС - импорт других just-файлов - цветной вывод - ... и другие штуковины! Так что вперёд - ➡️ читать доку! Репозиторий: ➡️https://github.com/casey/just Статья: ➡️https://www.chicks.net/reference/file_formats/just/ ЗЫ. Кажется, на Makefile я уже не вернусь) #tools

Hashtags

Резултати

Пронајдени 156 слични објави

Пребарај: #gemacermat

当前筛选 #gemacermat清除筛选
Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3428 · 01.11.2019 г., 06:18

https://www.instagram.com/tv/B4T3KrjpZ_d/?utm_source=ig_web_options_share_sheet . [Cara Cerdas Menggunakan Obat] . Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Jika digunakan secara benar, obat dapat bermanfaat bagi kesehatan. Sebaliknya, jika salah dalam menggunakan obat, membuatnya menjadi tidak bermanfaat, atau bahkan berbahaya bagi kesehatan. . Untuk itu gunakanlah obat secara benar, sesuai petunjuk tenaga kesehatan, terutama tenaga farmasi (apoteker dan tenaga teknis kefarmasian). Carilah informasi tentang obat dari sumber yang terpercaya, termasuk bertanya pada apoteker secara aktif dan cermat membaca informasi pada kemasan/brosur obat. . Tonton video ini sampai selesai dan bagikan jika menurutmu bermanfaat. Video ini juga dapat ditonton di channel YouTube GeMa CerMat. Silakan subscribe channelnya, like, comment dan share videonya. . Gunakan obat secara tepat, baca informasi dengan cermat. Cerdas gunakan obat, yuuk tanya apoteker! . #gemacermat#cerdasgunakanobat#caramenggunakanobat#dagusibu

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #2902 · 25.01.2019 г., 01:35

ANTIBIOTIK vs BAKTERI • https://www.instagram.com/p/BtBV1SMg4mH/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=s3di7tpjn36h • Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk MEMATIKAN atau MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB INFEKSI. • Nah, bakteri yang mana? Bakteri ada yang jahat, ada yang baik lhoo... • Bakteri yang membantu sistem fisiologis tubuh kita sebut saja BAKTERI BAIK. Sedangkan bakteri yang menyebabkan penyakit infeksi ini kita sebut BAKTERI JAHAT. Bakteri baik juga membantu melawan bakteri jahat yang coba-coba mengganggu sistem pertahanan tubuh kita. • Pada saat bakteri jahat dalam jumlah banyak berada dalam tubuh, dan sistem kekebalan tubuh kita tidak mampu melawannya. Maka tubuh kita akan sakit, sehingga butuh antibiotik. Antibiotik harus diberikan sesuai dengan bakteri penyebabnya. • Jadi, Antibiotik hanya diperlukan untuk mengatasi infeksi karena bakteri. Bukan untuk yang lain, termasuk virus. Kita tidak perlu minum antibiotik jika infeksi disebabkan oleh virus, misalnya batuk pilek biasa (common cold) dan diare akut yang bukan disebabkan bakteri (non spesifik, tanpa darah dan lendir). • Tapi, ternyata bakteri bisa kebal juga loh! Disebut bakteri resisten. • Bakteri resisten yaitu bakteri penyebab infeksi yang dulunya bisa dibunuh dengan antibiotik tertentu, kemudian tidak dapat lagi dibunuh dengan antibiotik tersebut pada dosis sesuai ketentuan. • Kenapa bisa resisten? Salah satunya karena penggunaan antibiotik yang tidak bijak, misalnya tidak sesuai kebutuhan (untuk infeksi virus, dll), tidak sesuai dosis, dll. Kalau salah menggunakan, bisa-bisa yang kena sasarannya malah bakteri baik. • Saat ini sudah bermunculan bakteri kebal (resisten). Pasien yang terinfeksi bakteri multiresisten sering kali sulit disembuhkan atau berakhir dengan meninggal. Ihh… Serem, kan? • Jadi, sebagai masyarakat yang cerdas menggunakan obat, yuk kita gunakan antibiotik dengan bijak untuk mengendalikan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Ingat! Antibiotik hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.(VN&EGN) • Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). #gemacermat#cerdasgunakanobat#antibiotik#bijakantibiotik

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3250 · 19.06.2019 г., 12:13

https://www.instagram.com/p/By4-dLOJLpi/?igshid=1j36ozx9wsovz . Dirgahayu Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang ke-64 tanggal 18 Juni 1955 - 2019. Semoga makin berjaya, berdaya, terpercaya bagi seluruh apoteker di Indonesia. . . Bagi seluruh masyarakat Indonesia, yuk makin cerdas dalam menggunakan obat. Jadikan Apoteker sebagai tempat bertanya dan mencari informasi tentang obat. . . Gunakan Obat Secara Tepat, Baca Informasi dengan Cermat. Cerdas Gunakan Obat, Yuk Tanya Apoteker 🙏😍 . . @kemenkes_ri @radiokesehatan @ppiai @pp_hisfarsi @hisfarkesmas @indonesian.ypg . #apoteker#apotekerindonesia#apotekermuda#ppiai#gemacermat#cerdasgunakanobat

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3107 · 07.05.2019 г., 09:19

Reposted from @gemacermat - Agent of Change (AoC) GeMa CerMat adalah Tenaga Kesehatan terutama Apoteker yang memiliki komitmen dan kemampuan untuk melakukan perubahan perilaku pada masyarakat dan tenaga kesehatan lain dalam penggunaan obat secara tepat dan benar. • Untuk menjadi AoC GeMa CerMat, seseorang harus mengikuti Pembekalan sebagai AoC yang diadakan oleh Kemenkes, Dinas Kesehatan Propinsi, Dinas Kesehatan Kab/Kota atau PD/PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). • AoC GeMa CerMat bukan pegawai atau tenaga honorer yang dibayar upah untuk melaksanakan tugasnya. AoC merupakan tenaga kesehatan terutama apoteker sukarelawan yang melakukan edukasi dan penyebaran informasi tentang penggunaan obat secara benar pada masyarakat tanpa pamrih sebagai bagian dari pengabdian profesi apoteker. • Peranan apoteker AoC GeMa CerMat terutama yaitu melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat tentang penggunaan obat secara benar melalui berbagai metode sesuai dengan Keputusan Menkes No. HK.02.02/Menkes/427/2015 tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Ditunjang dengan regulasi dan advokasi pada pengambil kebijakan, serta komunikasi dan publikasi melalui berbagai media. • Tidak ada sanksi bagi AoC yang tidak melaksanakan kegiatan GeMa CerMat. Tapi akan ada reward (penghargaan) jika aktif dan konsisten melakukan edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara terus menerus. Salah satunya yaitu mendapat kesempatan terpilih menjadi Master of Agent of Change (MAOC) GeMa CerMat sebagai Tim Narasumber di wilayah Propinsi maupun Nasional. • Banyak keuntungan menjadi AoC GeMa CerMat. Antara lain, dapat diundang menjadi Narasumber dalam berbagai kegiatan, bertambah luasnya jejaring komunikasi dan relasi dengan berbagai stakeholder, bertambahnya ilmu setiap saat edukasi, dan lain-lain. • Salah satu keuntungan terpenting yaitu semakin dikenalnya profesi APOTEKER. Kalau kamu adalah AoC GeMa CerMat, silakan bagikan pengalaman di kolom komentar, apa saja keuntungan yang didapatkan sebagai AoC GeMa CerMat? Apa saja suka duka selama melakukan edukasi pada masyarakat atau siswa sekolah? Sharing di sini ya.. • #gemacermat#cerdasgunakanobat#aocgemacermat#sosialisasigemacermat#apotekerindonesia#apoteker#apoteker

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3351 · 06.09.2019 г., 12:28

[LIVE di MNC TV] . https://www.instagram.com/p/B2EddTtpmpr/?igshid=1bmf9v3eg9n2x . https://www.facebook.com/864416113651534/posts/2383891261704004/?substory_index=0 . Penggunaan obat merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penyembuhan dan menjaga kesehatan. Namun penggunaan obat harus hati-hati. Karena salah menggunakan obat, bukannya menyembuhkan namun menimbulkan penyakit lain. . Hal seperti ini rentan terjadi di masyarakat. Apalagi saat ini praktik pengobatan sendiri tanpa konsultasi tenaga kesehatan, alias swamedikasi, kerap dilakukan masyarakat. . Sebagai contoh, banyaknya masyarakat menggunakan antibiotik secara tidak tepat, dapat memicu terjadinya kekebalan (resistensi) bakteri terhadap antibiotik yang berbahaya bahkan hingga menyebabkan kematian. . Karena itu, masyarakat harus cerdas dalam menggunakan obat, baik dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Termasuk menggunakan antibiotik secara bijak. . Nah, seperti apa kebijakan dan upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mencerdaskan masyarakat dalam konteks menggunakan obat? Apa yang harus diketahui dan dilakukan masyarakat agar cerdas dan cermat dalam menggunakan obat secara benar? . Saksikan siaran LIVE program TV Kementerian Kesehatan RI "INDONESIA SEHAT" Sabtu, 7 September 2019 Pukul: 08.30 - 09.30 WIB di MNC TV Link streaming: https://www.mnctv.com/streaming . Narasumber: 1. Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM(K) 2. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Drs. Nurul Falah, Apt 3. Yayasan Orangtua Peduli (YOP): Vida Parady, MA Presenter: 1. Choky Sitohang 2. Novita Angie . Jangan sampai ketinggalan! Bagikan informasi ini sebanyak-banyaknya. . Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat Twitter & IG: @gemacermat Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat Email: [email protected] • #gemacermat#cerdasgunakanobat#apotekerindonesia#apoteker#apotekermuda#dagusibu#obat#kesehatan

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #2909 · 02.02.2019 г., 06:13

Reposted from @gemacermat - [CARA PENGGUNAAN OBAT] • TETES TELINGA • Tetes telinga merupakan obat tetes berupa larutan atau emulsi, yang diteteskan ke dalam rongga telinga untuk memberikan efek lokal. • Umumnya mengandung antibiotik dan/atau anti-radang, minyak mineral, atau cairan pembersih telinga. Digunakan untuk mengatasi infeksi, radang, atau membantu mengeluarkan kotoran telinga. Tetes telinga yang mengandung antibiotik hanya digunakan untuk infeksi bakteri dan harus dengan resep dokter. • Jaga kebersihan obat tetes telinga. Untuk mendapatkan hasil maksimal, perhatikan cara memposisikan telinga (berdasarkan usia) sebelum diteteskan. Informasi ini dapat dilihat pada kemasan maupun ditanyakan pada apoteker di apotek. • Cara penggunaan obat: a. Cuci tangan dengan air dan sabun. b. Pastikan kondisi ujung botol atau pipet tetes tidak rusak. c. Bersihkan telinga bagian luar dengan air hangat atau kain lembab dengan hati-hati, kemudian keringkan. d. Genggam botol obat tetes telinga selama 1-2 menit, untuk menghangatkan. e. Kocok perlahan. f. Miringkan kepala hingga telinga yang sakit menghadap ke atas. Untuk meluruskan saluran telinga: - anak <3 tahun: tarik daun telinga ke bawah dan belakang - anak >3 tahun dan dewasa: tarik daun telinga ke atas dan belakang g. Teteskan obat sesuai dosis pada lubang telinga. h. Tekan secara lembut anak telinga atau gunakan kapas steril untuk menyumbat lubang telinga agar obat dapat mencapai dasar saluran telinga. Pertahankan posisi kepala 2-3 menit. i. Pasang kembali tutup botol obat dengan rapat. j. Cuci tangan dengan air dan sabun untuk membersihkan sisa obat yang mungkin menempel. k. Jika perlu, minta bantuan orang lain untuk meneteskan obat. • Cermati informasi pada kemasan dan leaflet obat, tanya informasi cara penggunaan dan penyimpanan, dll pada apoteker. • Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat Twitter & IG: @gemacermat Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat Email: [email protected] • #gemacermat#cerdasgunakanobatInformasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat)

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3181 · 20.05.2019 г., 08:42

Untuk memilih obat yang tepat, berkhasiat, bermutu, aman dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kementerian Kesehatan RI melakukan penyusunan Formularium Nasional sejak tahun 2013. Fornas berperan sebagai kendali mutu dan kendali biaya obat ; pelayanan kesehatan makin efektif dan efisien; memudahkan perencanaan dan penyediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan. • Formularium Nasional atau disingkat Fornas adalah daftar obat terpilih yang dibutuhkan dan harus tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai acuan dalam pelaksanaan JKN. Pemilihan obat berdasarkan pertimbangan rasio manfaat-risiko dan rasio manfaat-biaya, memiliki izin edar dan indikasi yang disetujui oleh Badan POM, yang telah dijamin keamanan, efikasi dan mutunya. Fornas telah mengakomodir obat yang diperlukan untuk seluruh pelayanan kesehatan pasien. • Fornas direview secara berkala yaitu setiap dua tahun, untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasien. Sesuai peraturan perundangan yang berlaku, tahun 2019 ini Kemenkes melaksanakan revisi terhadap Fornas 2017 dan adendum Fornas 2018. Setelah melalui serangkaian rapat pembahasan teknis, pada tanggal 15-16 Mei 2019 telah dilaksanakan Rapat Pleno Fornas 2019 di Jakarta. • Pada sambutan pembukaan, Menkes RI, Prof. dr. Nila F. Moeloek, SpM (K) menyampaikan bahwa dengan adanya Fornas, penggunaan obat dalam JKN menjadi lebih terkendali dan menghemat biaya dengan meningkatnya penggunaan obat generik. Peserta rapar adalah seluruh tim ahli Komite Nasional Penyusunan Formularium Nasional (Komite Fornas) 2019, organisasi profesi kedokteran, rumah sakit dan DinKes pengusul, serta unit terkait Kemenkes. • Rapat dipimpin oleh Ketua Komite Fornas, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc, PhD, membahas daftar obat usulan untuk ditambahkan atau dikeluarkan dari Fornas 2017. Selanjutnya akan dibahas lebih lanjut pada Rapat Pasca Pleno oleh Komite Fornas, kemudian diproses pengesahan melalui SK Menkes RI. Fornas juga dapat diakses secara elektronik (e-fornas) melalui situs http://e-fornas.binfar.kemkes.go.id (EgN) • #gemacermat#cerdasgunakanobat#fornas2019 https://www.instagram.com/p/BxrYNTJJYj2/?igshid=yd0c50mynwac

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3058 · 05.05.2019 г., 23:42

Reposted from @gemacermat - “Cerdas Gunakan Obat dengan Tanya Lima O” • “Tanya Lima O” adalah 5 (lima) pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum menggunakan obat, yaitu: • 1. Obat ini apa nama dan kandungannya? Kenali jenis obat yang akan dikonsumsi. Nama dagang berbeda dapat memiliki kandungan yang sama. Khasiat obat ditentukan oleh zat berkhasiat, bukan merk-nya. • 2. Obat ini apa khasiatnya? Tujuan pengobatan dengan obat dapat tercapai jika obat diberikan sesuai indikasi (rasional). Pahami indikasi atau khasiat dari obat yang dikonsumsi. • 3. Obat ini berapa dosisnya? Efek obat terhadap tubuh juga tergantung pada dosis. Dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai. Gunakan obat sesuai dosis anjuran. • 4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya? Obat tersedia dalam berbagai bentuk sesuai tujuan. Masing-masing diproduksi menggunakan bahan tambahan tertentu yang memudahkan zat berkhasiat diserap dalam tubuh. “Obat dalam” digunakan melalui mulut (oral), seharusnya tidak digunakan melalui bagian tubuh lain misalnya kulit. Sebaliknya, “obat luar” digunakan tidak melalui mulut, harus digunakan sesuai cara penggunaannya. Misalnya suppositoria melalui anus, tidak boleh ditelan. Obat digunakan pada durasi waktu yang sama dalam sehari. Misal: 3 kali sehari, digunakan setiap 8 jam. • 5. Obat ini apa efek sampingnya? Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping yang tidak diharapkan. Contoh efek samping yaitu mengantuk, diare. Obat yang mengiritasi lambung digunakan setelah makan. Efek samping yang lebih berat, misalnya alergi dan gangguan fungsi hati atau ginjal. Jika merasakan efek samping, penggunaan obat harus dihentikan dan segera konsultasi pada fasilitas kesehatan terdekat. • Selain lima pertanyaan tersebut, tanyakanlah hal lain terkait obat yang akan atau sedang digunakan. Pada obat bebas dan bebas terbatas, informasi tercantum pada kemasan. Pada obat resep dokter, tanyakan pada dokter atau apoteker di apotek. (EgN). • Video lengkap dapat disaksikan di sini: https://bit.ly/VideoTanyaLimaO • #tanyalimaO#informasiobat#gemacermat#cerdasgunakanobat

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3003 · 15.04.2019 г., 17:04

“Cerdas Gunakan Obat dengan Tanya Lima O” • https://bit.ly/VideoTanyaLimaO • “Tanya Lima O” merupakan 5 (lima) pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum menggunakan obat, yaitu: • 1. Obat ini apa nama dan kandungannya? Seseorang hendaknya mengenali jenis obat yang akan dikonsumsi, obat generik atau bukan, obat keras atau obat bebas, dan apa kandungan obat tersebut. Obat dengan nama dagang berbeda dapat memiliki kandungan yang sama. Khasiat obat ditentukan oleh zat berkhasiat, bukan merk-nya. • 2. Obat ini apa khasiatnya? Tujuan pengobatan dengan obat dapat tercapai jika obat diberikan sesuai indikasi (rasional). Masyarakat diharapkan dapat memahami indikasi atau khasiat dari obat yang dikonsumsi. • 3. Obat ini berapa dosisnya? Efek obat terhadap tubuh juga tergantung pada dosis. Dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai. Gunakanlah obat sesuai dosis anjuran. • 4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya? Obat tersedia dalam berbagai bentuk sesuai tujuannya. Masing-masing diproduksi menggunakan bahan tambahan tertentu yang memudahkan zat berkhasiat obat untuk diserap dalam tubuh. “Obat dalam” digunakan melalui mulut (oral), seharusnya tidak digunakan melalui bagian tubuh lain misalnya kulit. Sebaliknya, “obat luar” digunakan tidak melalui mulut, harus digunakan sesuai cara penggunaannya. Misalnya suppositoria digunakan melalui anus, tidak boleh ditelan. Obat seharusnya digunakan pada durasi waktu yang sama dalam sehari. Misalnya 3 kali sehari, digunakan setiap 8 jam. Sehingga diharapkan efek pengobatan dapat tercapai. • 5. Obat ini apa efek sampingnya? Obat dapat menyebabkan efek samping tertentu yang tidak diharapkan. Contoh efek samping yaitu mengantuk, sehingga tidak boleh mengendara jika sedang menggunakan obat tersebut. Obat yang mengiritasi lambung harus digunakan setelah makan. Efek samping yang lebih berat, misalnya alergi dan gangguan fungsi hati atau ginjal. Jika merasakan efek samping, penggunaan obat harus dihentikan dan segera konsultasi atau melapor pada dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. • Selain lima pertanyaan tersebut, masyarakat hendaknya dapat bertanya hal lain terkait dengan obat yang akan atau sedang dikonsumsi. Pada obat bebas dan bebas terbatas, informasi tersebut tercantum pada kemasan. Untuk obat yang diperoleh dengan resep dokter, dapat ditanyakan pada dokter atau apoteker pada saat menebus resep. Keterlibatan masyarakat secara aktif mencari informasi sangat diharapkan.(EgN). • #tanyalimaO#informasiobat#gemacermat#cerdasgunakanobat

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3285 · 29.07.2019 г., 13:59

[DIALOG TV LIVE] • • https://www.instagram.com/p/B0gKtMpJwXE/?igshid=19pu402zzwenx • • Penggunaan obat merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penyembuhan dan menjaga kesehatan. Namun penggunaan obat harus hati-hati. Salah obat atau penggunaan dosis yang tidak tepat justru menyebabkan masalah kesehatan baru. • Praktik penggunaan obat yang tidak bijak dan rasional ini sudah menjadi masalah dunia, termasuk di Indonesia. Lalu seperti apa kebijakan dan tindakan yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mendorong penggunaan obat yang rasional di Indonesia? Bagaimana caranya agar cerdas dalam menggunakan obat? • Saksikan siaran langsung Talkshow di Metro TV bersama Ibu Dra. Engko Sosialine M, Apt, M.Biomed, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI • • LIVE acara "Selamat Pagi Indonesia" Selasa, 30 Juli 2019 Pukul 10.00 - 10.30 WIB DON'T MISS IT! • • Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat Twitter & IG: @gemacermat Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat Email: [email protected] • @kemenkes_ri @radiokesehatan #gemacermat#cerdasgunakanobat#aocgemacermat#sosialisasigemacermat#apotekerindonesia#apoteker#apotekermuda#dagusibu#obat#kesehatan

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #3254 · 04.07.2019 г., 13:13

[SIARAN RADIO LIVE] • Radio Elshinta 90,0 FM Live streaming: www.radiokesehatan.kemkes.go.id Live IG @radiokesehatan • Penggunaan obat merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penyembuhan dan menjaga kesehatan. Namun penggunaan obat harus hati-hati. Salah obat atau penggunaan dosis yang tidak tepat justru menyebabkan masalah kesehatan baru. • Praktik penggunaan obat yang tidak bijak dan rasional ini sudah menjadi masalah dunia, termasuk juga di Indonesia. Lalu seperti apa kebijakan dan tindakan yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mendorong penggunaan obat yang rasional di Indonesia? Bagaimana caranya agar cerdas dalam menggunakam obat? • Mari simak TALKSHOW RADIO bersama Ibu Dra. Engko Sosialine M, Apt, M.Biomed, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI • LIVE Di Radio Elshinta 90,0 FM Jum'at, 5 Juli 2019 Pukul 09.00 - 10.00 WIB DON'T MISS IT! Live streaming: www.radiokesehatan.kemkes.go.id Live IG @radiokesehatan • Informasi ini disiarkan oleh Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat Twitter & IG: @gemacermat Telegram: http://t.me/cerdasgunakanobat , http://t.me/diskusiobat Email: [email protected] • @kemenkes_ri @radiokesehatan #gemacermat#cerdasgunakanobat#aocgemacermat#sosialisasigemacermat#apotekerindonesia#apoteker#apotekermuda#dagusibu#obat#kesehatan

Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #2676 · 12.10.2018 г., 11:27

GeMa CerMat Hadir untuk Masyarakat Menjelang 3 (tiga) tahun usia GeMa CerMat sejak launching pada tanggal 13 November 2015, Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mengucapkan terima kasih kepada segenap stakeholder yang telah ikut mensukseskan program GeMa CerMat di seluruh Indonesia melalui berbagai rangkaian kegiatan. Terutama kepada: - Anggota DPR RI Komisi IX - Dinas Kesehatan Propinsi seluruh Indonesia - Dinas Kesehatan Kab/Kota seluruh Indonesia - PP, PD, PC Ikatan Apoteker Indonesia - Seluruh Apoteker Agent of Change (AoC) GeMa CerMat - Serta seluruh stakeholder terkait yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Berkat seluruh stake holder yang terlibat, GeMa CerMat dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat untuk mencerdaskan masyarakat dalam penggunaan obat secara benar dan rasional. Video GeMa CerMat "Hadir untuk Masyarakat" ini ditayangkan pertama kali di depan Ibu Menteri Kesehatan RI pada pertemuan "Optimalisasi Apoteker sebagai Agent of Change (AOC) GeMa CerMat di Jakarta, tanggal 27 - 29 Maret 2018. Sekaligus meluncurkan secara resmi jingle GeMa CerMat berjudul "Ayo Bergerak Bersama". Jingle ini diciptakan dan dinyanyikan oleh Ibu Umy Qalsum, S.Si, Apt, Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Lagu ini diciptakan sebagai pemberi semangat kepada para Agent of Change GeMa CerMat dalam memberikan edukasi pada masyarakat dalam penggunaan obat secara tepat dan rasional. Berikut lirik lagu jingle tersebut: "Ayo Bergerak Bersama" (Semangat AoC GeMa CerMat) Ayo kita bergerak kawan Ayo sukseskan program GeMa CerMat Gerakan untuk masyarakat Agar cerdas dalam gunakan obat Reff: Kerahkanlah tenagamu Jaga terus semangatmu Beri rasa pedulimu Ayo bergerak bersama Jangan pernah menyerah kawan Walau di depan tantangan menghadang Hadapi semua rintangan Sukseskan program GeMa CerMat kita (2x) https://youtu.be/3VmqYTw2E2w #gemacermat#cerdasgunakanobat#jinglegemacermat#gemacermatpolman

123•••10•••1213
ПретходнаСтраница 1 од 13Следна