Недавно делал быстрый прототип асинхронного приложения в котором требовалось вызывать много синхронного кода. Да, я знаю, что это не лучший дизайн, но нужно было быстрое решение на один процесс и без очередей. Поэтому я выполнял код в потоках.
Выглядело это примерно так:
from fastapi.concurrency import run_in_threadpool
async def execute(data: DataRequest) -> DataResponse:
try:
result = await run_in_threadpool(sync_function, data)
return DataResponse(data=result)
except Exception as e:
return DataResponse(
error=str(e),
success=False,
)
В общем работает нормально. Для всех вызовов под капотом используется общий тредпул, всё работает предсказуемо.
Но потребовалось изменить количество запускаемых в пуле потоков (по умолчанию создается 40 воркеров).
Так как дело происходит с FastAPI, делается это через lifespan используя настройки anyio:
import anyio
@asynccontextmanager
async def lifespan(app: FastAPI):
limiter = anyio.to_thread.current_default_thread_limiter()
limiter.total_tokens = 100
yield
# если вдруг нужно вернуть обратно
limiter.total_tokens = 40
Зачем менять количество воркеров?
- уменьшить, если оперативки мало (один тред занимает ~8мб)
- увеличить чтобы выдержать нагрузку
Если есть предложения получше при тех же вводных - предлагайте😉
#async
[World Antibiotic Awareness Week]
.
https://www.instagram.com/p/B5ArC29pm93/?igshid=eo3jxo0hbaik
.
https://www.facebook.com/864416113651534/posts/2527773320649130/?substory_index=0
.
Sejak tahun 2015, pada bulan November setiap tahun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaksanakan kegiatan World Antibiotic Awareness Week (WAAW) atau Pekan Kesadaran Antibiotik se-Dunia untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang resistensi antimikroba dan penggunaan antibiotik secara bijak.
Tahun ini WAAW diadakan pada tanggal 18 - 24 November 2019.
.
Di Indonesia, semua pihak berupaya untuk turut berperan aktif dlm pengendalian dan pencegahan resistensi antibiotik. Tim Pelaksana Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersamaan dg peringatan HUT RSCM-FKUI yg ke-100 tahun, memperingati WAAW 2019 dengan berbagai kegiatan. Salah satunya yaitu *Siaran Radio dengan topik "Gunakan Antibiotik dengan Bijak"*
.
Siaran ini dapat disimak di *RRI Pro 1 FM 91,2 Mhz, pada hari Selasa, 19 November 2019 pukul 11.20 - 11.55 WIB*.
Narasumber:
dr. Robert Sinto, Sp.PD-KPTI, anggota Tim Pelaksana PPRA RSCM.
.
Jadi, catat waktunya, stay tuned dan jangan ketinggalan ya!
Jangan lupa juga untuk dibagikan sebanyak-banyaknya agar lebih bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Yuukk gunakan antibiotik dengan bijak, cegah kekebalan bakteri, dan selamatkan antibiotik untuk anak-cucu kita.
.
#worldantibioticawarenesweek2019
#WAAW2019
#antimicrobialresistance
#AMR
#bijakantibiotik
#bijakcerdasantibiotik
#saveantibiotic
#apotekerindonesia
#apotekermuda
#tenagakesehatan
#bidanindonesia#bidancantik#perawat#perawatindonesia#dokter#dokterindonesia
#gemacermat
#cerdasgunakanobat
Kenapa kita perlu pakai Masker untuk mencegah Covid-19?
Belajar dari pengalaman Republik Chekoslowakia
(BAGIAN-1)
.
https://www.instagram.com/p/B_ax4geJ8E4/?igshid=9jr3qmeh747h
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=120291336305496&id=103148744686422
.
(BAGIAN 2)
.
https://www.instagram.com/p/B_ayO71JgRR/?igshid=18ub1miqmrh6k
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=120292792972017&id=103148744686422
.
Waktu awal terjadinya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), masyarakat yang sehat dilarang meggunakan Masker. Hanya tenaga kesehatan dan orang yang sakit diperbolehkan menggunakan masker.
.
Itu karena masker menjadi langka di pasaran dan langka, karena hampir semua orang "menyerbu" untuk mencari Masker, padahal saat itu dinyatakan tidak perlu jika kondisi sehat.
.
Namun kemudian diketahui bahwa ternyata orang yang tertular virus SARS-COV2 tidak selalu menunjukkan gejala. Karena ternyata, ada orang sakit Covid-19 pada awalnya terlihat sehat, disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). .
Itu sebabnya kemudian semua orang diminta menggunakan masker, karena jika seseorang ternyata mengidap Covid-19, dapat mencegah air liurnya menular pada orang lain jika Ia menggunakan masker.
.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Mari kita saksikan video yang dibuat oleh Republik Chekoslowakia ini, yang telah berhasil menurunkan kasus Covid-19 secara signifikan.
Terdiri dari 4 (empat).bagian video, saksikan semuanya di akun ini ya, sooob...
Jangan lupa dibagikan pada keluarga, Saudara, Sahabat dan teman-temanmu semua.
Bersama kita bisa melawan Covid-19!! 💪✊👊👊
.
IG @infokom.farmasi
Twitter @infokom.farmasi
FB 'Informasi Kefarmasian dan Kesehatan'
Email: [email protected] .
#maskeruntuksemua#maskforall#covid19#lawancovid19#coronavirus#gejalacovid19#apotekerpedulicovid19#apotekerbersamamasyarakatmelawancovid19#apotekertetappraktik
#inpharcom#bukukesehatan#bukufarmasi#ppiai#pafi#tenagafarmasi#tenagatekniskefarmasian#apoteker#apotekerindonesia#apotekermuda#apotekermudaindonesia#dokterindonesia#dokter#perawat#perawatindonesia#perawathebat#gemacermat#cerdasgunakanobat