TGTGInsighttelegram intelligenceLIVE / telegram public index
← Python Заметки

TGINSIGHT SIMILAR POSTS

Најди сличен содржај

Изворен канал @pythonotes · Post #60 · 31 мар.

Вторая по частоте future-функция, которую я использовал, это абсолютный импорт from __future__ import absolute_import Что она делает? Изменения, которые вносит эта инъекция описаны в PEP328 Покажу простой пример. Допустим, есть такой пакет: /my_package /__init__.py /main.py /string.py Смотрим код в my_package/main.py # main.py import string Простой пример готов) Вопрос в том, какой модуль импортируется в данном случае? Есть два варианта: 1. модуль в моём пакете my_package.string 2. стандартный модуль string И вот тут вступает в дело приоритет импортов. В Python2 порядок следующий: помимо иных источников, раньше ищется модуль внутри текущего пакета, а потом в стандартных библиотеках. Таким образом мы импортнём my_package.string. Но в Python3 это поведение изменилось. Если мы указываем просто имя пакета, то ищется именно такой модуль, игнорируя имена в текущем пакете. Если мы хотим импортнуть именно подмодуль из нашего пакета то, мы должны теперь явно это указывать. from my_package import string или относительный импорт, но с указанием пути относительно текущего модуля main from . import string Еще одной неоднозначностью меньше 😎 Подробней про импорты здесь: https://docs.python.org/3/tutorial/modules.html #2to3#pep#basic

Резултати

Пронајдени 1 слични објави

Пребарај: #personalizedmedicine

当前筛选 #personalizedmedicine清除筛选
Cerdas Gunakan Obat

@cerdasgunakanobat · Post #2714 · 26.10.2018 г., 16:35

"PERSONALIZED MEDICINES: One Dose Does Not Fit All" • https://www.instagram.com/p/BpZy_-Ignyk/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=113nv1o8rslyd • Salah satu tantangan dalam pengobatan saat ini adalah bervariasinya respon terapi antar pasien dengan penyakit dan obat yang sama. Beberapa pasien bisa sembuh tanpa efek samping obat (ESO), beberapa bisa sembuh tapi mengalami ESO, tetapi ada juga yang tidak sembuh dan mengalami ESO. • Tidak mudah memprediksi respon terapi seseorang. Banyak faktor klinis dan nonklinis yang harus dipertimbangkan. Akibatnya, dokter harus mencoba beberapa jenis obat lebih dulu (tunggal/kombinasi) atau beberapa variasi dosis obat hingga menemukan dosis optimal obat. • Sejak 2013, perkembangan ilmu farmakogenetik/farmakogenomik sangat pesat. Biaya pengujian genetik juga semakin terjangkau. Hal ini berimplikasi pada disrupsi model terapi di bidang farmasi dan kedokteran, yang saat ini menuntut diagnosis dan pengobatan penyakit yang lebih presisi dengan mempertimbangkan profil genetik dari pasien. Metode pengobatan yang ikut mempertimbangkan variasi genetik dari pasien ini disebut ‘personalized medicine’. • Apa peran Apoteker dalam pengobatan berbasis genetik? Apa itu ‘genomic medicine’? Kompetensi apa yang harus dimiliki apoteker di bidang ‘personalized medicine’? Bagaimana perubahan kode genetik mempengaruhi respon tubuh seseorang terhadap obat? Sejauh mana aplikasi ‘personalized medicine’ di bidang pengobatan? • Mari simak dan ikuti diskusi di Grup Telegram "DISGRAM Apoteker Indonesia": "Personalized Medicines: One Dose Does Not Fit All" Sabtu, 27 Oktober 2018 Pukul 19:00 - 22.00 WIB Narasumber: Muh. Akbar Bahar, Apt, M.Pharm, Sc @kbarbahar (Dosen Fak. Farmasi Univ. Hasanuddin, Makassar) Moderator: Hamdayani Damanik, Apt @hamdadaM Manager: Budiyanto, Apt @budz99 • Tempat: Grup Telegram "DISGRAM Apoteker Indonesia" Untuk bergabung silakan kontak Manager atau klik link sbb: bit.ly/daftartelegramAPIN2 • Diskusi ini diselenggarakan dalam rangka GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), Kemenkes RI Fanpage FB: Cerdas Gunakan Obat Twitter & IG: @gemacermat Telegram: @cerdasgunakanobat, @diskusiobat #disgram#apotekerindonesia #gemacermat#cerdasgunakanobat#personalizedmedicine#farmakogenomik