TGTGInsighttelegram intelligenceLIVE / telegram public index
← Python Заметки

TGINSIGHT SIMILAR POSTS

Најди сличен содржај

Изворен канал @pythonotes · Post #310 · 22 фев.

Сегодня будет самый "двоичный" ("двойковый"? "двушный"? "двойственный"?) момент на вашем веку 🤩 Больше двоек в дататайме вы не застанете! Успейте поймать момент! Будете показывать эпичный скриншот своим внукам))) 🥸 Для продуманных (ленивых): код на скрине, который сработает только сегодня и только 1 раз! ⏱ Открывайте окошки с часами и вперёд! #offtop

Hashtags

Резултати

Пронајдени 14 слични објави

Пребарај: #harlahgusdur

当前筛选 #harlahgusdur清除筛选
Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #2299 · 04.09.2020 г., 06:37

Diskusi Melalui Zoom ke-9 alias DIMZOOM 9 kembali hadir nih. Masih dalam nuansa #HarlahGusdur, kita akan memperbincangkan satu tema yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa kita. Yak, beberapa waktu belakangan kita mendengar banyak kasus yang menimpa masyarakat adat, mulai dari ritual hingga lingkungan hidup. Bagaimana sih seharusnya kita bersikap? Ikuti Dimzoom kesembilan dengan tema: MELIHAT HAK-HAK MASYARAKAT ADAT Narasumber Beka Ulung Hapsara (Komisioner KOMNAS HAM) Melanie Subono (Aktivis Sosial) Bambang Permadi (komunitas Penghayat) Host Inayah Wahid Jumat, 4 September 2020 Zoom Meeting 19.00 WIB - selesai Pendaftaran Klik link ini https://s.id/DIMZOOM9 Informasi 085879100787

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #2295 · 03.09.2020 г., 08:44

Diskusi Melalui Zoom ke-9 alias DIMZOOM 9 kembali hadir nih. Masih dalam nuansa #HarlahGusdur, kita akan memperbincangkan satu tema yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa kita. Yak, beberapa waktu belakangan kita mendengar banyak kasus yang menimpa masyarakat adat, mulai dari ritual hingga lingkungan hidup. Bagaimana sih seharusnya kita bersikap? Ikuti Dimzoom kesembilan dengan tema: MELIHAT HAK-HAK MASYARAKAT ADAT Narasumber Beka Ulung Hapsara (Komisioner KOMNAS HAM) Melanie Subono (Aktivis Sosial) Bambang Permadi (komunitas Penghayat) Host Inayah Wahid Jumat, 4 September 2020 Zoom Meeting 19.00 WIB - selesai Pendaftaran Klik link ini https://s.id/DIMZOOM9 Informasi 085879100787

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #1691 · 20.08.2019 г., 14:43

Bacaan hangat malam hari menjelang tidur. #HarlahGusDur#9NilaiUtamaGusDur AGAMA DAN DEMOKRASI Selasa, 20 Agustus 2019 oleh : KH. Abdurrahman Wahid Pada saat ini tampak hubungan erat antara agama dan proses demokratisasi. Di mana-mana gerakan agama secara aktif mendorong upaya penegakan demokrasi. Dom Helder Cemara [1], seorang uskup agung di Brasil, menggerakkan kekuatan rakyat untuk memperjuangkan demoknasi selama belasan tahun, dengan menghadapi tuduhan bahwa ia condong kepada komunisme. Ia bahkan dikenal dengan julukan “Uskup Merah” karena pemihakannya kepada gerakan rakyat. Terkenal ucapannya “Kalau saya mengumpulkan makanan untuk orang kecil saya disebut orang suci; tetapi kalau mempertanyakan sebab kemiskinan rakyat kecil itu, dengan segera saya disebut komunis”. Vinoba Bhave[2], orang suci Hindu yang berjalan kaki menjajaki anak benua India di tahun-tahun 1950-an dan 1960-an tanpa alas kaki, meminta kerelaan kaum bertanah luas untuk secara suka rela membagikan sebagian tanah mereka kepada kaum miskin tak bertanah, dengan demikian membangun demokrasi ekonomi. Sulak Sivaraksa[3], pemimpin awam kaum Buddha di Thailand, pemah diancam hukuman mati karena memperjuangkan kebebasan berbicara, termasuk mengkritik dan mempertanyakan kedudukan raja. Hanya berkat campur tangan tokoh-tokoh dunia seperti Margareth Thatcher[4] ia dapat terhindar dari eksekusi hukuman mati. Selengkapnya: http://www.gusdurian.net/id/article/pilihan-redaksi/Agama-dan-Demokrasi/

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #1682 · 17.08.2019 г., 09:57

TUJUH HAKIKAT KEMERDEKAAN MENURUT GUS DUR Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara tegas mengungkap tujuh poin alasan mengapa saat itu bangsa Indonesia harus merdeka dari tangan penjajah dalam bentuk pernyataan-pernyataan. Tujuh poin pernyataan ini tidak hanya dimaksudkan Gus Dur untuk menelaah kembali arti kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai dasar dan pijakan melangkah bagi Indonesia. Hakikat kemerdekaan yang diungkapkan Gus Dur juga masyarakat tidak terjajah oleh berbagai ‘baju kotor’ yang terus menggelayuti rakyat Indonesia dalam bentuk kolonialisme modern berbalut agama, radikalisme global, penolakan terhadap tradisi dan budaya, intoleransi, kapitalisme, pencekik rakyat kecil, reduksi moralitas, dan perilaku korup. Tujuh poin ini diungkapkan oleh Gus Dur saat memandu diskusi dalam Forum Demokrasi (Fordem) pada 8 Agustus 1991 silam untuk memperingati HUT ke-46 Republik Indonesia. Dokumen tersebut dimuat di Majalah AULA Nahdlatul Ulama. Menurut Gus Dur, kemerdekaan yang diproklamasikan oleh para founding fathers dapat terwujud karena setidaknya harus menyatakan beberapa hal mendasar yang menjadi unsur-unsur utamanya. Hal ini juga sebagai alasan fundamental bangsa Indonesia untuk melangkah ke depan sebagai modal moral, spiritual, maupun material. Berikut tujuh pernyataan tersebut: Baca selengkapnya: http://www.gusdurian.net/id/article/headline/Tujuh-Hakikat-Kemerdekaan-Menurut-Gus-Dur/ #HarlahGusDur #9NilaiUtamaGusDur

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #2215 · 04.08.2020 г., 12:52

GUS DUR & MINORITAS Selama hidup, Gus Dur dikenal sebagai pembela minoritas. Namun perlu dicatat bahwa minoritas yang dibela Gus Dur tidak selalu terkait jumlah yang sedikit. Apakah Gus Dur pernah membela kelompok dengan jumlah mayoritas? Tentu pernah. Peristiwa Priok pada tanggal 12 September 1984 jadi contohnya. Selain itu, Gus Dur bersama tokoh agama lain seperti Romo Mangunwijaya membela dan mendampingi warga Kedung Ombo yang direpresi pemerintah Orde Baru. Mereka membangun rumah ibadah, mencarikan guru ngaji, dan melakukan berbagai upaya penguatan mental terhadap warga terdampak pembangunan waduk terbesar di Indonesia itu. Bentuk pembelaan Gus Dur terhadap kelompok yang dilemahkan di antaranya: - Mencabut larangan penggunaan adat istiadat dan budaya Tionghoa - Menjadikan Konghucu sebagai agama resmi - Mengembalikan nama Irian Jaya menjadi Papua - Membela grup band Dewa yang dianggap lecehkan agama karena simbol laskar cinta - Membela Ahmadiyah - Membela Dorce Gamalama, Inul Daratista, Arswendo Atmowiloto - dll Bagi Gus Dur, ketidaksetujuan atas sesuatu tidak berarti berlaku diskriminatif terhadapnya. Terutama negara harus hadir kepada setiap warga tanpa memandang latar belakangnya. Itu merupakan amanah konstitusi yang harus dijunjung tinggi. Selamat hari lahir Gus Dur yang ke-80. Gus Dur sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkan. #HarlahGusdur#KangenGusdur

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #2258 · 17.08.2020 г., 15:35

Masih dalam rangkaian #HarlahGusdur, Jaringan GUSDURian bekerja sama dengan @islamidotco dan @nuonline_id mengadakan lomba esai Gus Dur. Syarat dan ketentuan sebagaimana tercantum di e-flyer lomba ini. Pemenang akan mendapatkan: Juara 1: Paket buku dan suvenir senilai 1 juta Juara 2: Paket buku dan suvenir senilai 750ribu Juara 3: Paket buku dan suvenir senilai 500ribu Juara 4: Paket buku dan suvenir senilai 250ribu 10 tulisan terbaik akan dimuat di gusdurian.net, islami.co, dan NU Online 30 tulisan terbaik berkesempatan untuk dibukukan. Periode pengumpulan karya: 17 Agustus - 17 September Yuk share info ini seluas-luasnya. #katagusdur

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #1695 · 22.08.2019 г., 04:58

#HarlahGusDur #9NilaiUtamaGusDur #NilaiPembebasan LAGI, TENTANG GUS DUR DAN TEOLOGI PEMBEBASAN Saya membubuhkan kata “Lagi” di judul tulisan ini, karena memang pernah membahas topik serupa. Pada tulisan sebelumnya saya mengaitkan isu ini dengan sosok Dom Helder Camara, tokoh yang pernah juga diulas KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Semangat pembebasan dengan fondasi teologis yang dilakukan oleh Gus Dur, memiliki langgam yang sedikit berbeda dengan Teologi Pembebasan Amerika Latin maupun Eropa. Ini adalah sebuah “teologi pembebasan” yang khas Indonesia, dalam lingkup yang lebih sempit lagi, Islam, khususnya, Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai komunitas muslim, NU tentu saja tidak berkiblat pada kosmologi Arab Timur Tengah, tapi Indonesia, Jawa Timur, atau lebih tepatnya Jombang. Bangunan teologi juga ada dalam keriuh rendahan Jombang sebagai locus theologicusnya. Teologi Pembebasan ala Gus Dur, kalaulah itu bisa disebut begitu, menjadi menarik karena disajikan dengan nuansa yang sangat berbeda. Meminjam bahasanya Esposito, Gus Dur adalah seorang modern reformer, but not islamic modernist. Selengkapnya: http://www.gusdurian.net/id/article/pilihan-redaksi/Lagi-Tentang-Gus-Dur-dan-Teologi-Pembebasan/

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #1685 · 19.08.2019 г., 08:22

Sahabat, selamat menikmati sore hari sembari membaca tulisan Gus Dur yang butuh perenungan mendalam. Selamat menikmati :) REPUBLIK BUMI DI SURGA: SISI LAIN MOTIF KEAGAMAAN DI KALANGAN GERAKAN MASYARAKAT Senin, 19 Agustus 2019 oleh : KH. Abdurrahman Wahid Reformisme dalam Gerakan Keagamaan Gambaran umum tentang gerakan masyarakat (istilah lain untuk ‘gerakan non pemerintah’, yang di negeri ini mengandung konotasi konflik faktual atau potensial dengan pemerintah) yang didorong oleh motif keagamaan meliputi spektrum yang membentang antara dua titik diametral disatu pihak, kecenderungan untuk mewujudkan sebuah ‘Kerajaan Tuhan’ di muka bumi, dan di pihak lain penolakan sasaran perjuangan seperti itu untuk dicukupkan dengan hanya memperbaiki keadaan masyarakat yang telah diterima bentuk dan bangunannya secara tuntas. Gambaran yang dikotomis seperti itu, mengandaikan bahwa kecenderungan messianistik dan millenarianistik adalah satu-satunya kecenderungan revolusioner di lingkungan gerakan masyarakat yang memiliki motif keagamaan. Selain kecenderungan tersebut, motif keagamaan hanyalah mampu memunculkan apa yang oleh jargon Marxis dikenal sebagai ‘sikap reformis’, sebuah dosa tak berampun bagi ideologi revolusioner seperti komunisme. Baca selengkapnya: http://www.gusdurian.net/id/article/pilihan-redaksi/Republik-Bumi-di-Surga-Sisi-Lain-Motif-Keagamaan-di-Kalangan-Gerakan-Masyarakat/ #9NilaiUtamaGusDur #HarlahGusDur #Pembebasan

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #2355 · 03.10.2020 г., 06:03

Reposted from @gusdurianjember@jaringangusdurian@gusdurianjember • *GUSDURIAN JEMBER ber-DISKO* (Diskusi Kominikatif) • ➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Hallo Semuanya!!🎊🎊🎊 Perjalanan Indonesia untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat telah berjalan 75 tahun dan tentunya tidak mudah. Keragaman suku, ras, dan agama menjadi kekayaan sekaligus ancaman bagi keutuhan negara tercinta ini, hingga memunculkan aktivis penggiat multikulturalisme. Gus dur dan Bisri Efendy adalah beberapa aktor untuk mengenalkan kembali prinsip kebhinekaan di Indonesia sekaligus upayanya dalam meredam ancaman dari keberagaman. Kami dari Gusdurian Jember dalam rangka mengenang dua aktor tersebut Proudly Present : _"Gus Dur dan Bisri Efendy : Merajut Kembali Bingkai Kebhinekaan"_ Pemateri : 👲🏻 Hakim Jayli (Founder TV9 Nusantara - Aktivis NU) 🧕🏻 Alfis Nurhidayati (Akademisi IAIN JEMBER) 👲🏻Hairus Salim (CEO LKiS - Budayawan) Moderator : 👲🏻Sulfan Aris Sandi (Penggerak Gusdurian Jember) 📌 [ Save The Date ] 📅 Minggu, 04 Oktober 2020 ⏰ 19.00 WIB - selesai 📱Via Zoom 💰 HTM Gratis Benefit : 💡Ilmu yang bermanfaat 👫 Relasi Zoom Meeting : Webinar ID: 834 2091 8099 Pascode: 969940 Narahubung : 👲🏻 Nurul Hidayat : +62 878-5668-1048 #HarlahGusDur #RinduGusDur #GusdurianJember

Gusdurian.Net

@gusduriannet · Post #2224 · 05.08.2020 г., 07:06

-BANDAYO GUSDURian Gorontalo- Webinar #2 Edisi Harlah Gus Dur, mengangkat tema *Meneladani Jejak Gus Dur Tentang Kebinekaan* akan diselenggarakan Minggu, 9 Agustus 2020 | Pukul 19:30 WITA | Via Zoom Cloud Meetings. Webinar ini akan dibahas bersama 2 narasumber : - Syamsurizal Tamaona (Peneliti dan Ketua LTNU Sulsel) - Basri Amin (Penulis Lepas Gorontalo) Bagi yang ingin ikut silakan bergabung di grup Telegram melalui tautan berikut : https://bit.ly/3kbYJ7l Narahubung : 085342142414 (Alifah) Ayo ikut dan bersama memahami serta meneladani arti Kebinekaan! :) Gratis dan Terbuka Untuk Umum!! #HarlahGusDur #GusDurdanKebinekaan #NilainilaiGusDur #GusdurianGorontalo

12
ПретходнаСтраница 1 од 2Следна